Tuesday, April 30, 2019

Hal Berjanji

Ketahuilah bahwa BERJANJI itu pada hakikatnya mengacu pada syahadatain seorang manusia kepada Tuhan dan Rasulnya. Secara hakikat, manusia yang mengaku beriman, DILARANG berjanji dengan siapapun tanpa ada Lillahi Ta'ala (berjanji HANYA karena Allah). Maka ketahuilah bahwa berjanji itu HARAM jika dilakukan dengan tanpa ilmu TAUHID yang benar. Maka pahamilah dan belajarlah mengenai tauhid sebelum berjanji apalagi bernazar akan sesuatu hal.

Manusia seringkali tidak memahami dengan baik apapun aktifitas yang sebenarnya harus dihindari karena dapat mengganggu nilai keimanan seorang manusia. Hal BERJANJI adalah hal yang paling sering dilakukan manusia dengan cara-cara yang kebanyakan SALAH dan tidak sesuai dengan tuntunan atau pedoman agama Islam.

dalam Al-Quran Allah SWT memerintahkan setiap muslim agar menunaikan janji yang pernah diucapkannya. “Dan, tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS. An-Nahl: 91).

Dalam hal bertauhid, kebanyakan manusia telah dan terus menerus mengabaikan nilai keimanannya (lebih tepatnya menganggap SEPELE) dimana ketika berjanji secara lisan, begitu remehnya saat janji yang sudah diucapkan tapi tidak dilaksanakan. Apalagi berucap janji dengan teman dekat atau orang yang levelnya dibawah. Sungguh benar-benar CELAKA manusia. Tak sedikitpun merasa takut atas SUMPAH dari TUHAN pada surah Alashr.

Ketahuilah JANJI apapun (janji dalam hal kecil/sepele/sederhana maupun janji yang besar) yang pernah dibuat PASTI akan diperhitungkan kelak di hari akhir. Maka kurangilah berjanji sesuatu jika memang tidak sangat mendesak atau tidak diperlukan. Apalagi berjanji dengan SELAIN  atau TANPA nama Allah.

Semoga dapat memberi hikmah dan menjadi renungan kita.


No comments:

Post a Comment