Friday, June 12, 2020

Manusia baik itu PASTI sombong


Innama a'malu binniyat, sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya. Begitulah bunyi hadits arbain ke-1 ini. Ada banyak pembahasan / kajian yang dapat disimak di berbagai sumber di internet. Berikut ini isi hadits lengkapnya

Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala mengatakan, dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, kembali pada judul, manusia baik itu PASTI sombong, ini didasarkan dari NIAT pelakunya. Secara umum, orang yang berbuat baik, niatnya karena sesuatu yang mengarah kepada kebaikan dimana ujung ujungnya si pelaku kebaikan mengharapkan atau bertujuan mendapat PAHALA atau segala kebaikan seperti apa yang sering disampaikan oleh para ustadz dalam ceramahnya.

Lantas dimana "lillahi ta'ala" yang sering disebut sebut dalam niat, karena Allah Ta'ala, bukan karena pahala atau surga. Sungguh perbuatan baik manusia itu menunjukkan bahwa si pelakunya MAMPU berbuat baik dan pada akhirnya akan menimbulkan sikap atau pernyataan " kalau gak aku beri.... apa bisa dia hidup....." dan ungkapan lainnya. Belum lagi perbuatan baik tadi landasannya bukan "lillahi ta'ala" melainkan hal selain itu (pahala, surga, pujian dari orang lain, penghargaan dan alasan lainnya).

Sombongnya manusia dengan bangganya berbuat baik tanpa bermohon izin kepada Allah yang memiliki semua apapun yang dimiliki manusia. Semua harta benda bahkan nyawa adalah kepunyaan Allah. Manusia atas dasar niat baik, merasa memiliki apa yang ada pada dirinya yang padahal adalah hanya TITIPAN.

Ingatlah wahai manusia, sebenar benar niat adalah "lillahi ta'ala" hanya karena Allah, tujuannya adalah Allah yaitu keridho'an Nya. Sesiapa yang berniat selain "lillahi ta'ala" maka celakalah hidupnya baik di dunia apalagi di akhirat.

Jadilah manusia yang mengikuti petunjuk Allah. Perbuatan baik tertentu yang alasannya karena kasihan atau iba juga bukan termasuk dalam niat "lillahi ta'ala". Seharusnya ketika kasihan atau iba terhadap orang lain, bermohon pertolongan kepada Allah dan mohon izin kepada Nya jika ingin menyisihkan sebagian harta yang ada kepada yang dikasihani. Itulah cara yang bijaksana sehingga kita terhindar dari sikap sombong, mengakui bahwa harta yang ada pada kita adalah milik kita, padahal hanya TITIPAN dari Allah. Ingat TITIPAN itu akan dimintai pertanggungjawaban.

Bukan manusia yang baik, tetapi manusia yang mengikuti petunjuk Allah.
Ingat ya, Islam itu selamat dan Awal Agama itu (Islam) adalah mengenal Allah.

No comments:

Post a Comment