Friday, June 12, 2020

Syariat harus sejalan dengan hakikat


Sebagaimana manusia hidup, itu terdiri dari badan (jasad) dan jiwa (ruh). Begitu juga halnya dalam urusan agama, maka tidaklah sempurna menjadi seorang muslim (bahkan belum diakui sebagai muslim) jika hanya belajar dan mengamalkan syariat saja karena hakikat adalah inti dari ibadah dimana apa yang diajarkan dalam syariat (rukun Islam) itu adalah ibadah yang sifatnya fisik atau dilakukan oleh badan (jasad) dan dapat dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga. Sedangkan yang menggerakkan badan manusia saat beribadah, itu tidak terlihat.

Rukun Islam yang merupakan hukum syariat, itu terdiri dari 5 poin penting yang secara umum umat Islam mengetahuinya. Tapi sesungguhnya dari 5 poin tersebut, sangat langka bahkan hampir sulit ditemukan tentang pembahasan mendalam pada poin 1 yaitu SYAHADAT. Inilah poin yang sangat penting tapi dianggap remeh oleh sebagian besar orang karena secara umum, SYAHADAT itu dianggap hanyalah bacaan yang ditandai sebagai password atau bacaan yang diucapkan untuk seseorang yang mau masuk ke dalam Islam (dari non muslim menjadi muslim).

SYAHADAT itu adalah kunci yang akan menentukan seorang manusia itu telah benar masuk ke dalam Islam secara keseluruhan atau kaffah (bahasa arab, sungguh-sungguh) dan tanpa pelaksanaan SYAHADAT yang benar, maka sungguh manusia belum termasuk dalam golongan beriman alias KAFIR.

Maka hendaklah hal ini menjadi renungan sangat urgent untuk segera belajar ilmu SYAHADAT secara detail sehingga dapat SEGERA diamalkan sebagaimana ibadah sholat, puasa, zakat dan haji. Ketahuilah jika tidak diamalkan maka pastilah akan mengalami hal yang sangat buruk, masuk ke dalam neraka (masuk kedalam golongan orang kafir).   

 

No comments:

Post a Comment