Wednesday, January 27, 2021

Syahadat (bagian 2)

Sebagaimana penjelasan pada bagian sebelumnya (Syahadat bagian 1), pada bagian ini adalah kelanjutkan bahasan tentang syahadat.

 

Syahadat yang kedua menyatakan kesaksian bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah. Pada kalimat ini dapat diketahui bahwa dalam hal mengenal Allah, tentunya diperlukan seorang manusia yang telah diberikan ilmu dan pemahaman terbaik tentang Tuhan yang esa yaitu Allah.

 

Pada bagian ini, jelas sudah bahwa, pelajaran apapun apalagi berkaitan dengan aqidah, wajib ada manusia (nabi Muhammad  sebagai guru utama) yang mengajarkan atau membimbing. Mustahil dapat memahami tanpa adanya Mursyid atau guru (penerus dari nabi Muhammad ). Dan guru tertinggi pada umat manusia adalah nabi Muhammad  .

 

Jika ada manusia yang berkata " ... langsung aja berguru ke nabi Muhammad ... " maka pantaslah orang tersebut disebut Jahil karena guru atau mursyid itu adalah yang dapat dijumpai langsung secara fisik.

 

Adapun yang dimaksud dalam hadits yang menyatakan untuk mengikuti Alqur'an dan Hadits, adalah dicontohkan dengan diutusnya nabi Muhammad   sebagai manusia yang memiliki dan menguasai ilmu Alqur'an dan Hadits yang keilmuan tersebut dilanjutkan oleh para sahabat beliau dan para pewaris nabi (para ustadz dan ahli agama).

 

Sebagaimana makna dari syahadat yaitu kesaksian, maka adalah manusia membutuhkan manusia lainnya untuk disaksikan dalam kesaksiannya terhadap pengakuan atas siapa Tuhan yang wajib disembah dan siapa yang diutus Tuhan untuk menyampaikan kebenaran Nya melalui Qur'an dan Hadits.

 

Jika manusia hanya mengakui Tuhan saja tanpa adanya keterlibatan manusia (nabi Muhammad sebagai utusan Allah dan para penerusnya) sebagai perantara (guru atau mursyid), maka tidak sempurna syahadat seorang hamba Allah (bahkan belum dianggap MUSLIM), jika tidak berguru secara khusus dalam urusan Tauhid ini yang urutannya adalah :

Syahadat - Tauhid - Aqidah

dimana semua manusia yang bersyahadat, wajib belajar tentang Tauhid (inti pelajaran Syahadat) dan mengamalkan konsep Aqidah (pengamalan tauhid) yang benar yaitu bagaimana sikap diri terhadap Tuhan. Belajar tentang hal ini WAJIB dengan manusia yang hidup dimana info dari media yang pasif (buku, media online dan lainnya) hanya sebagai pendukung.

 

Demikian pembahasan tentang Syahadat dan pentingnya untuk belajar dan memahami serta mengamalkan syahadat bukan hanya diucapkan/dibaca tanpa ada pemahaman atau pengamalan (praktek) yang benar dalam bertauhid.

 

Mari bersegeralah mencari seorang manusia yang menguasai ilmu ini untuk bisa mendapatkan pengakuan dari Allah sebagai hamba Nya, minimal diakui sebagai umat Muhammad 

  

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

No comments:

Post a Comment