Friday, April 9, 2021

Hakikat Tauhid

Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam itu telah dicirikan dengan 5 ketentuan yang harus dipelajari dan diamalkan, yaitu rukun Islam. Dan pada bahasan yang lalu dengan judul Tauhid itu WAJIB, Mengapa? , telah dijelaskan bahwa tanpa tauhid, maka tidaklah seorang manusia disebut sebagai muslim.
 
Untuk lebih memperjelas pentingnya bertauhid bagi manusia, khususnya yang telah beragama Islam, maka perlu diketahui apa sebenarnya hakikat tauhid tersebut. Mari kita perhatikan penjabaran pada paragrap berikutnya.

Hakikat berasal dari bahasa Arab Alhaqq - haqiqat yaitu hak, benar, sejati yang jika dimaknai dalam bahasa Indonesia adalah yang sebenarnya (original) atau dasar utama / prinsip dari suatu hal. sedangkan tauhid juga berasal dari bahasa Arab yaitu bentuk masdar dari fi'il wahhada-yuwahhidu yang artinya menjadikan sesuatu jadi satu saja. Maka secara pengertian, Hakikat Tauhid adalah hal mendasar/utama dalam pelajaran ketuhanan yang hanya satu, yaitu Allah.

Untuk dapat memahami hakikat dari tauhid, mari kita bahas dulu mengenai tauhid. Tauhid adalah teori ilmu yang mengajarkan tentang Allah sebagai Tuhan yang esa, tiada tuhan lain. Hal ini sesuai dengan ciri seorang yang mengaku beragama Islam yaitu mengikrarkan (tidak sekedar mengucapkan) bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah. Untuk mempelajari tentang dua kalimat ikrar ini (syahadatain) maka perlu bahkan wajib untuk mencari seorang guru yang paham tentang ilmu tauhid dan belajar dengan beliau.

Ilmu tauhid itulah yang dapat menjelaskan apa tujuan membaca dua kalimat tersebut yang tentunya bukan sekedar dibaca, tapi harus tahu apa rahasianya. Diucapkan dengan lidah, dibenarkan oleh hati (ditandai dengan hidupnya zikir di qolbi) dan dipahami makna sahadat tersebut melalui penjelasan seorang manusia yang disebut Mursyid atau guru.

Bab Aqidah adalah buah dari ilmu tauhid. Jika manusia tidak paham akan ilmu tauhid, maka mustahil memiliki Aqidah Islam yang benar. Aqidah adalah iman. Mustahil manusia beriman kepada Allah jika tidak mengenal Allah. Maka inti atau hakikat dari tauhid adalah mengenal Allah. Untuk bahasan mengenal Allah, silahkan baca pada bab I Haqiqat Islam.

Untuk dapat memahami inti atau hakikat tauhid, maka perlu diketahui bagian dari mengenal Allah. Secara umum, untuk mengenal Allah, ada kemiripan teori (meski tidak serupa sedikitpun) dalam mengenal manusia atau hal tertentu. Ketika kita mau mengenal seorang manusia, maka kita perlu tahu siapa namanya lalu dimana alamatnya, bagaimana rupanya dan hal lain yang berkaitan dengan orang tersebut. Begitu juga dalam mengenal tuhan, maka perlu diketahui 4 hal dasar pengenalan sebagai berikut :
1. Pengenalan nama Tuhan (Ismu Dzat) : Allah
2. Pengenalan perbuatan Tuhan (Af'alullah) : ciptaan Nya
3. Pengenalan sifat Tuhan (Shifatullah) : sifat Nya
4. Pengenalan wujud/Dzat Tuhan (Dzatullah) : Dzat Nya

Keempat pengenalan diatas, tentu wajib diketahui hanya melalui manusia yang hidup dan memahami ilmu tauhid (Mursyid/guru) dan haram hukumnya diamalkan jika hanya mempelajarinya melalui buku atau media lain selain manusia.
 
Demikian bahasan ini kita cukupkan dulu dan mari kita mencari seorang yang paham tentang ilmu tauhid ini sehingga kita dapat memahami dan mengamalkannya sesuai dengan petunjuk dalam Alqur'an dan hadits.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

No comments:

Post a Comment